InHouse Training

Request for proposal and presentation:

Sejak tahun 2008, PT Mitra Pembelajar sudah menyelenggarakan lebih dari 600 kelas Inhouse Training. Materi yang disajikan sangat disesuaikan (customize) dengan kebutuhan klien sehingga tujuan pelatihan akan tepat sasaran. Adapun tema yang sering direquest oleh klien untuk kami fasilitasi adalah sebagai berikut: 

 

* klik masing-masing tema untuk melihat silabus lengkapnya *

Achievement Motivation Training

Suatu perusahaan akan dapat berjalan dengan baik apabila setiap orang-orang yang bekerja di dalam perusahaan tersebut memiliki motivasi kerja yang baik. Motivasi kerja yang baik dapat mendorong dan meningkatkan kinerja serta kompetensi seseorang. Motivasi kerja seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa hal misalnya, suasana tempat kerja, komunikasi antarbagian dan hubungan antarpersonal, serta faktor 

internal dalam orang tersebut.Achievement Motivation Training (AMT) adalah sebuah pelatihan yang didesain untuk meningkatkan motivasi berprestasi peserta. Dalam pelatihan ini, peserta diajar untuk dapat memiliki pemahaman diri yang benar sehingga mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, memiliki goal setting dalam hidupnya, dan mampu menetapkan tujuan hidup dengan cara SMART. Selain itu peserta juga akan dilatih sehingga memiliki interpersonal skill yang baik, yang efeknya mampu menjalin networking dengan relasi, membangun teamwork, dan mampu menjalin sinergi antar bagian.

 

Sasaran Pelatihan

1. Menciptakan pre-kondisi yang memungkinkan terjadinya perubahan motivasi berprestasi.

2. Melatih peserta untuk berpikir dan bertindak seperti seorang high achiever (berprestasi tinggi).

3. Membantu peserta merencanakan goal yang lebih tinggi namun tetap realistik.

4. Memberikan feed-back tentang diri peserta, tentang perilakunya, dalam

situasi bisnis maupun dalam nilai-nilai hidup yang dianut.

5. Menciptakan kelompok kerja yang akrab dan saling dukung dalam perubahan diri.

 

Materi Pelatihan

Part.1 : Fundamental Principle and McCelland Theory of Needs

Part.2 : Who Am I

Part.3 : Life Lines and Feed-back Sharing

Part.4 : Risk Taking

Part.5 : Life Roles and Mission Statement

Part.6 : Effective Communication

Part.7 : Conflict Management

Part.8 : X-Y Game

Put It All Together

 

Durasi Pelatihan: 2 hari (08.00 – 17.00 WIB) 

Jumlah Peserta: 24 orang/kelas

 

Metoda Pelatihan: Ceramah, diskusi, studi kasus, roleplay, games, multimedia (lagu dan clip)

Activating Your Adversity Quotient

Setiap manusia pekerja, apapun tugas dan jabatannya, akan selalu menjumpai kesulitan dan hambatan dalam melaksanakan pekerjaannya, baik dalam hal menghadapi pelanggan, mengorganisir pekerjaan, maupun berinteraksi dengan rekan kerja. Keberhasilan mereka mencapai target dan bagaimana mereka mengatasi tantangan yang ada serta menumbuhkan motivasi untuk berprestasi, sangat ditentukan oleh Kecerdasan Mengatasi Kesulitan [Adversity Quotient] mereka.Asumsi AQ mengatakan: Peristiwanya tidaklah penting, tetapi respons kita atas peristiwa tersebut adalah segala-galanya. Apakah Adversity Quotient [AQ] itu? Apa pengaruhnya terhadap keberhasilan Anda? Bagaimana AQ bisa menjadi sumbu motivasi Anda? Berapa AQ Anda saat ini? Bagaimana cara meningkatkannya? Bagaimana pula cara mengaplikasikan AQ dalam pekerjaan sehari-hari? Semua itu akan dibahas secara detail dalam pelatihan ini.

 

Manfaat Program

1. Peserta mampu memahami AQ dan pengaruhnya terhadap keberhasilan diri.

2. Peserta memahami jenis-jenis kecerdasan yang merupakan inti kesuksesan.

3. Peserta memahami tiga tipe manusia dalam menghadapi kesulitan serta mendapatkan tips untuk memberikan respon secara positif.

4. Peserta mampu meningkatkan AQ-nya dan mengaplikasikannya dalam pekerjaan sehari-hari.

5. Peserta lebih memiliki rasa percaya diri untuk berprestasi dalam tingkat yang optimal.

 

Materi Program

Part 1. Introduction : 

Learn, Unlearn, Relearn

Part 2. Triple Intelligence: 

Tiga jenis kecerdasan inti sukses manusia.

Part 3. AQ dan peranannya 

dalam menentukan sukses manusia.

Part 4. Tiga dasar utama AQ:

teori pengendalian (psikologi kognitif), ilmu kesehatan baru (psikoneuroimunologi), dan ilmu otak (neurofisiologi)

Part 5. Tipe-tipe manusia versi AQ: 

Quitters; Campers; Climbers

Part 6. Mengukur AQ Anda

Part 7. meningkatkan AQ: sejumlah model

Part 8. Komitmen dan Rencana Aplikasi

 

Durasi: 2 hari (08.00 – 17.00 WIB)

 

Metoda Pelatihan: Ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, games, multimedia (clip dan lagu).

Becoming an Excellent Trainer

“This is the best training I have ever attended. Keep up the atmosphere,” kata Meta Trisasanti, Konsultan senior di Ryhme Consulting, Jakarta.

 

“Saya mendapat begitu banyak nilai positif yang meneguhkan keyakinan dan filosofi saya. Ini kelas Training 

for Trainer terbaik yang pernah saya ikuti 20 tahun terakhir,” kata Hengky W. Rumbiak, trainer senior SOS International yang bertugas di Papua.

 

Secara keseluruhan, dari 32 angkatan yang telah berlangsung, 80 persen peserta mengatakan bahwa pelatihan ini “MELAMPAUI HARAPAN SAYA”. 

Ini prestasi yang bukan main, mengingat mayoritas peserta adalah profesional dan pebisnis dengan variasi antara 100 hingga 10.000-an jam pengalaman mengajar. Apalagi mereka datang dari seluruh Indonesia: dari Aceh, Medan, Padang, Riau, Palembang, Pontianak, Balikpapan, Makassar, 

Bone, Manado, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Flores, hingga Timika, Papua. Profesi mereka pun beragam: trainer, konsultan, terapis, business owner, direktur perusahaan, training manajer, dan profesional yang ingin mengajar secara lebih sistematis-terstruktur sekaligus dinamis-bersemangat.

 

* * *

 

Dalam proses pelatihan dan penyampaikan materi, baik yang bersifat teknis maupun non-teknis, peran trainer sangatlah penting dan strategis. Terlebih mereka adalah mereka yang sudah berpengalaman dan diminta untuk melakukan sharing knowledge. Pada satu sisi mereka telah memiliki kompetensi teknis yang diperlukan. Sementara pada sisi lain, kompetensi sebagai trainer dalam hal delivery masih merupakan hal yang perlu dikembangkan terus menerus.

 

Pelatihan ini secara khusus dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam memandu proses pelatihan yang akan datang sehingga mereka dapat memberikan kontribusi maksimal. Diselenggarakan dengan konsep PAKAR Approach (TM) yang diformulasikan oleh Andrias Harefa tahun 2009 silam. Dirumuskan berdasarkan hasil pembelajaran dan praktik berkesinambungan selama lebih dari 20 tahun tanpa henti, pria berdarah Nias kelahiran Curup-Bengkulu ini bertekad melatih 1.000 trainer 

profesional agar memberi dampak positif kepada 10 juta pekerja Indonesia.Proses pembelajaran dipandu Andrias Harefa dan tim yang berpengalaman melatih ratusan trainer profesional dan telah menulis 40 buku best-seller termasuk Menjadi Manusia Pembelajar (Kompas, 2000), Sekolah 

Saja Tidak Pernah Cukup (Gramedia, 2001), dan Menjemput Keberuntungan (Elexmedia, 2013). Dengan pengalaman lebih dari 20.000 jam terbang selama 22 tahun terakhir, pendiri Trainer School ini mensinergikan berbagai hal terbaik dari metode Dale Carnegie (praktikal), Stephen R. Covey (konseptual), dan NLP-Hypnosis (terapeutik). Pria berdarah Nias kelahiran Curup-Bengkulu ini bertekad melatih 1.000 trainer profesional agar memberi dampak positif kepada 10 juta pekerja Indonesia.

 

Manfaat Program 

1. Peserta mampu meningkatkan KEPERCAYAAN DIRINYA dan menjadi lebih POSITIF dengan TUGAS dan TANGGUNGJAWAB yang menuntutnya untuk sering 

memberikan pelatihan/training.

2. Peserta berkemampuan untuk MENGAPLIKASIKAN beberapa teknik pelatihan teknis dengan cara-cara yang LEBIH BAIK dan MENYENANGKAN.

3. Peserta paham bagaimana MEMPERSIAPKAN DIRI dan BERLATIH untuk lebih efektif-komunikatif.

4. Memantapkan KOMITMEN peserta untuk memberikan kontribusi yang lebih OPTIMAL sebagai trainer.

 

Silabus Program:

1. Intro: PAKAR Approach

2. Trainer As A Learner

3. Be 100% Positive

4. The Best Way To Learn

5. Communication Principle

6. Vocal Management

7. Humorist Mindset

8. Neurological Levels

9. The Heart Principle

10. Readiness Principle

11. Powerful Commenting Formula

12. Start Now!

Continuous Improvement With BPR (Business Process Reengineering) & 5S

Semangat continuous improvement (dalam istilah Jepang adalah Kaizen) merupakan semangat perbaikan terus menerus yang telah lama menjadi filosofi keberhasilan perusahaan – perusahaan besar di Jepang. 

Continuous improvement dapat dilakukan dengan berbagai cara dan alat namun dengan prinsip yang sama yaitu bagaimana menghilangkan waste – waste (hal–hal yang tidak berguna) sehingga proses bisnis dapat menjadi lebih efektif dan efisien.Dalam pelatihan ini akan dibahas apa dan bagaimana filosofi serta semangat dari continuous improvement dapat menjadi budaya dalam perusahaan. Ada 2 alat yang akan dibahas dalam pelatihan ini yaitu Business Process Reengineering dan 5S. Dalam Business Process Reengineering akan dibahas bagaimana caranya membuat proses bisnis menjadi lebih singkat sehingga perusahaan dapat menciptakan keuntungan dalam persaingan bisnis yang sangat ketat saat ini. Dalam 5S akan dibahas bagaimana caranya menghilangkan waste dan merapikan lingkungan kerja disekitar kita, hal yang sederhana namun powerful, sehingga dapat meningkatkan produktifitas dari karyawan.

 

Sasaran Program:

– Anda akan mendapatkan filosofi dari semangat Continuous Improvement

– Anda akan mendapatkan knowledge mengenai 8 waste (pemborosan) dan bagaimana menghilangkannya.

– Anda akan mendapatkan knowledge mengenai pentingnya berpikir cross function (lintasfungsi) dalam organisasi sebagai modal awal untuk memahami proses bisnis yang terintegrasi.

– Anda akan mendapatkan knowledge dan skill untuk melakukan langkah 

– langkah dalam business process reengineering termasuk bagaimana menghitung cost dan benefit perubahan yang ada serta bagaimana menterjemahkan implementasi perubahan tersebut dalam bentuk rencana kerja.

– Anda akan mendapatkan knowledge dan skill untuk melakukan langkah 

– langkah dalam melakukan 5S dalam skope kerja organisasi maupun lingkungan kerja yang paling kecil.

 

Outline Materi

 

Part.1 Filosofi Continuous Improvement

· Apa itu continuous improvement ?

· 7 Unsur penting dalam continuous improvement

· 8 Pemborosan yang harus dihilangkan.

 

Part.2 Cross Function MindSet

· Apa bedanya memiliki pola pikir cross function (lintas fungsi) dengan hanya memikirkan 1 fungsi saja (sehingga menghasilkan kesenjangan fungsi dalam organisasi ?

· Mengapa setiap orang khususnya level supervisor keatas , harus memiliki pola pikir cross function (lintas fungsi)?

 

Part.3 Business Process Reengineering

· Pengertian mengenai proses bisnis di perusahaan

· Apa itu Business Process Reengineering (BPR)?

· 6 fase dalam melakukan BPR

 

Part.4 Business Process Reengineering

· Bagaimana melakukan perubahan proses bisnis dari kondisi As Is (saat ini) ke kondisi To Be (kondisi target yang diinginkan)?

· Faktor–faktor yang harus dibuat dalam mengajukan kondisi To Be yaitu obyektif, perhitungan cost & benefit serta rencana implementasi

· Pembahasan contoh kasus dan workshop mengerjakan kasus

 

Part.5 5S

· Filosofi dari 5S

· Apa tujuan melakukan 5S, baik untuk kepentingan internal maupun eksternal?

· 5 tahapan dari 5S

· Pembahasan contoh kasus dan workshop mengerjakan kasus.Metode Pelatihan: Ceramah interaktif, diskus , studi kasus, roleplay, praktek.

Effective Presentation Skill

Riset dalam ilmu komunikasi menunjukkan bahwa tindakan apapun yang kita lakukan adalah bentuk dari komunikasi. Komunikasi menyangkut segala unsur mulai dari pembicara, pesan, media, maupun pendengar (David Berlo, 2010). Cara memulai pembicaraan seringkali menentukanhasil akhir komunikasi. Dan cara dalam menyampaikan pesan berpengaruh terhadap bagaimana pesan itu diterima dan dipahami. Maka, sangat penting untuk memperhatikan prinsip komunikasi massa dalam presentasi. Presentasi seharusnya tidak hanya membuat orang paham akan materi yang disampaikan. Tapi bergerak lebih lanjut menjadi presentasi yang efektif. Tidak peduli yang dipresentasikan adalah hard skill atau soft skill, kalangan internal atau eksternal, seharusnya ada suatu metode mendasar yang menyebabkan pendengar merasa terinspirasi dan berubah 

perilakunya. Karena itu presentasi harus disusun dengan serius dan 

keberhasilannya dipengaruhi oleh seluruh keberadaan diri penyaji. 

Presenter perlu dilatih khusus.Pelatihan ini dirancang berdurasi 2 hari, dengan memasukkan unsur persiapan presentasi, delivery, serta tips-tips presentasi. Selama workshop, peserta akan memperoleh skill, metode, dan teknik untuk merancang dan membawakan presentasi yang efektif. Pelatihan akan diselipi dengan banyak praktik-praktik presentasi yang dilakukan oleh setiap peserta. Pada praktik ini, peserta akan mendapatkan feedback.

 

Materi dan Sasarannya 

Materi yang diberikan dibagi ke dalam bagian-bagian sebagai berikut:

 

Part 1. PAKAR Approach

– Positif

– Aktif

– Komunikatif

– Aplikatif

– Rekreatif

Sasaran: peserta memahami konsep PAKAR Approach(TM) yang diformulasikan oleh Andrias Harefa pendiri PT Mitra Pembelajar di tahun 2009. Dirumuskan berdasarkan hasil pembelajaran dan praktik berkesinambungan selama lebih dari 20 tahun tanpa henti. Terbukti pendekatan ini menghasilkan para presenter yang mampu menginspirasi dan mengubah audiensnya.

 

Part 2. Presenter as A Learner

Sasaran: peserta memahami bahwa presenter adalah orang yang harus terus-menerus belajar. Bila seorang presenter tidak lagi belajar, maka ilmunya akan kuno dan tidak akan menginspirasi audiens.

 

Part 3. The Presentation Delivery Process

– Proses dalam presentasi.

– Membangun jembatan komunikasi.

Sasaran: peserta mampu memahami proses delivery dalam presentasi. 

Peserta juga memahami prinsip-prinsip dasar dalam mengkomunikasikan sesuatu kepada orang lain. Peserta mampu membangun jembatan untuk berhubungan dengan audiens.

 

Part 4. Creative Methods

– Lecture.

– Story-telling.

– Joke.

– Clip.

– Psikodrama.

– Roleplay.

– Game.

Sasaran: peserta mampu memilih dan menerapkan berbagai 

pilihan metode kreatif saat presentasi. Melalui praktik dan roleplay, 

peserta akan mahir untuk melakukannya.

 

Part 5. Slidology

– Flipchart.

– Presentation Zen.

Sasaran: peserta mampu mengoptimalkan alat bantu dalam presentasi. Peserta juga mampu merancang slide yang efektif sekaligus indah.

 

Part 6. Appearance

– Appearance – dress, postur, body language, eye contact. facial expression.

– Voice – volume, tone, speed.

Sasaran: peserta mampu menampilkan kesan yang diinginkan pada saat presentasi.

 

Part 7. Menghadapi Peserta Sulit

– Berbagai jenis peserta sulit.

– Berbagai teknik menghadapinya.

Sasaran: peserta mempu menghadapi berbagai jenis peserta sulit dalam proses presentasi.Part 8. Roleplay Presentasi dan Wrap up

– Setiap orang akan melakukan presentasi mengajar dan diberi feedback.

– Peserta juga akan melakukan penilaian pada peserta lain, sehingga akan saling belajar.

Sasaran: peserta mampu mempraktikkan seluruh teknik yang dipelajari dan menerima serta memberi masukan agar mampu memperbaiki diri.

 

Workshop ini diperlukan oleh: Trainer, pengajar, instruktur, manager, tenaga ahli, fasilitator, change agent, dan semua yang melakukan presentasi atau meeting.

 

Notes: Dalam pelaksanaan workshop peserta diharapkan membawa laptop/netbook untuk proses berlatih.

 

Durasi: 2 hari (08.00 – 17.00 WIB)

Metoda Pelatihan: Ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, games, multimedia (clip dan lagu).

Ghost Writing: Menulis Buku Tanpa Menulis

Jika Anda bermimpi menulis buku, dan sudah memiliki gagasan besar untuk itu, tetapi mimpi itu tak pernah terwujud, yakinlah buku itu akan selesai kurang dari dua bulan. Kami siap membantu mewujudkannya. Anda hanya perlu mentransfer gagasan Anda kepada kami, dan kami akan menuliskannya untuk Anda.Dalam dunia penerbitan, kami disebut ghostwriter atau “penulis 

bayangan”. Kami adalah orang yang menulis buku, khususnya buku-buku non-fiksi seperti buku populer, biografi atau memoar, berdasarkan penugasan dari Anda.Tak perlu ragu, karena ini praktik yang umum di tingkat internasional sekalipun. Otobiografi Ronald Reagan: An American Life ditulis oleh Robert Lindsey. Learning to Sing adalah otobiografi pemenang Amercian Idol, Clay Aiken, yang ditulis oleg Allison Glock. Doris Day dan Sophie Loren ditulis oleh AE Hotchner. Di luar buku biografi kita juga bisa menemukan banyak contoh. John C Maxwell atau Robert Kiyosaki misalnya, dengan terbuka mengucapkan terimakasih kepada “tim penulis” buku-buku 

mereka. Di Indonesia sama saja. Para editor penerbitan terkemuka bisa bercerita panjang lebar mengenai praktik ini.

 

Mengapa Anda Memerlukan Kami?

Jawaban kami sederhana: karena kami bisa mewujudkan mimpi Anda dengan cepat, karena menulis adalah pekerjaan kami sehari-hari selama hampir 20 tahun terakhir. Sementara Anda orang yang sibuk, punya gagasan besar, ingin sesegera mungkin menyumbangkan gagasan itu kepada bangsa, tetapi 

tidak terbiasa menulis. Kami bisa membayangkan kesulitan yang Anda hadapi. 

 

Tidakkah Praktik Semacam Ini Melanggar Etika?

Mari kita lihat contoh-contoh ini dulu. Kalau Titik Puspa mengarang lagu kemudian suaminya, Mus Mualim yang menuangkannya dalam partitur, dan orang lain lagi yang membuat aransemennya, pencipta lagu itu tetap Titik Puspa, bukan? Apakah itu berarti Titik Puspa dan Mus Mualim melanggar etika? Kalau seorang pematung merancang patung tembaga atau perunggu, kemudian orang lain yang mengecor logamnya, siapakah yang disebut pematungnya? Apakah para pengecor logam itu? Apakah ini juga melanggar etika?

 

Jadi Ide Buku Bukan dari Ghostwriter Melainkan dari Pengguna Jasa?

Kami hanya menangani praktik seperti itu, karena kami bukan penjual naskah. Ide sepenuhnya berasal dari Anda. Anda hanya harus mentransfer gagasan itu kepada kami, dan kami akan menuliskannya dalam bentuk buku yang ramah pembaca dan ramah pasar. Anda bisa mentransfer gagasan itu melalui sesi wawancara, memberikan catatan-catatan, makalah-makalah, materi presentasi, rekaman seminar atau aneka cara lain yang mungkin.

 

Bagaimana Kualifikasi Kami Sebagai Penulis bayangan?

Pertama, kami bukan hanya mampu menulis dengan baik dan benar tetapi juga mampu menulis karya yang memikat (ramah pembaca dan ramah pasar). Keunggulan kami adalah mampu menulis dengan jernih (clear), naratif, dan sastrawi.

 

Kedua, kami juga memiliki “telinga yang baik”, sehingga mampu dengan tepat menangkap gagasan Anda. Seorang penulis yang baik bisa menjadi ghostwriter yang baik hanya jika dia mampu menangkap gagasan dan bahkan seluruh kepribadian si pengguna jasa, sehingga dia bisa “menjadi pribadi yang tidak kelihatan dari kliennya”.

 

Ketiga, kami memiliki kemampuan untuk menggali ide-ide dan 

pengetahuan terpendam Anda. Dalam banyak kasus seseorang merasa bahwa ide atau pengetahuannya adalah sesuatu yang biasa, sehingga tidak terpikir olehnya untuk membagikannya pada orang lain. Ghostwriter yang baik harus mampu menggali harta terpendam ini.Keempat, kami memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, yang 

sepenuhnya sadar bahwa tugas kami adalah menuangkan gagasan Anda, bukan gagasan kami. Karena itu kami akan menghadirkan cara berpikir Anda. Bahkan dalam kasus biografi atau memoar, kami akan menghadirkan seluruh kepribadian Anda.

 

Buku Apa Saja yang Pernah Kami Tulis?

Kami sudah menulis puluhan buku berbasis ghostwriting. Tetapi karena perjanjian kerahasiaan, maka kami tidak bisa menyebutkan judul berikut nama klien kami. Tetapi kami bisa menyebutkan ciri-ciri umum buku-buku tersebut:

1. Buku mengenai ilmu pemerintahan

2. Buku tentang asuransi

3. Buku mengenai wealth management

4. Buku mengenai perencanaan keuangan keluarga

5. Buku mengenai kisah anak-anak kampus

6. Buku mengenai parenting

7. Buku mengenai ekonomi politik

8. Buku spiritualitas hidup

9. Buku biografiBerapa Rate kami untuk Menuliskan Sebuah Buku?

 

Kami tidak bisa memberikan angka secara langsung, karena dalam menilai rate sebuah proyek kami harus mengetahui paling tidak dua hal: (1) seberapa kompleks idea yang mau dituangkan menjadi buku; (2) berapa lama waktu yang ditargetkan untuk menyelesaikannya. Untuk itu sebagai langkah awal kami memerlukan pertemuan awal untuk assesment. Dari sanalah baru kami bisa menetapkan rate kami.

 

Nama Siapa yang Akan Muncul Pada Buku?

Yang akan muncul dalam buku adalah nama Anda, karena memang Anda-lah sang author dari buku itu. Dalam sebagian besar kasus bahkan ada perjanjian bahwa kerjasama itu harus kami rahasiakan.

Nah, buku Anda segera jadi, bahkan segera terbit. Cita-cita Anda untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan akan segera terwujud. 

Masyarakat pembaca akan belajar banyak dari Anda, dan berterima kasih kepada Anda. Oh ya… setelah itu silakan bersiap-siap memenuhi undangan untuk menjadi pembicara…

Jadi jangan tunda, angkat telepon Anda. Kami siap membantu Anda!

Highly Effective Reading

Dunia yang bergerak cepat ini sangat bertaburan informasi yang perlu 

dibaca. Pesan pendek dalam berbagai social media seperti twitter, 

facebook, path, dan masih banyak lagi, telah mereduksi kemampuan dan kemauan kita untuk membaca artikel panjang atau dokumen yang kita anggap tebal. Ditambah lagi dengan waktu yang tersita dan kesibukan padat membuat kita malas untuk membaca.

 

Namun, membaca artikel, dokumen, buku tidak bisa dihindari dari hidup kita bila kita ingin terus belajar dan berkembang lebih jauh. Sumber informasi yang terpercaya masih kebanyakan berasal dari sumber-sumber tersebut.

 

Belajar adalah keharusan dalam hidup siapapun. Andrias Harefa dalam 

salah satu kutipannya menyatakan bahwa, ” Saya tidak mengatakan bahwa masyarakat kita sama sekali tidak belajar. Kita belajar juga. Namun kita belajar too slow (terlalu lamban), too little (terlalu sedikit), dan too late (terlalu terlambat).” Ben Carson, seorang ahli bedah otak 

terkemuka dunia, menyatakan bahwa salah satu cara mengukur perbedaan antara orang sukses dan tidak sukses adalah dengan melihat seberapa banyak buku yang dibaca.

 

Jelas sekali bahwa kita membutuhkan sebuah solusi untuk bisa belajar 

dengan lebih cepat, lebih banyak, dan dengan segera. Pelatihan sehari 

ini berusaha untuk memberikan solusi. Dengan teknik-teknik membaca cepat, memanfaatkan mindmapping, serta peningkatan motivasi untuk belajar, diperlengkapi juga dengan praktik di kelas, diharapkan peserta akan mampu membaca dengan lebih cepat dan efektif. Jadi tidak asal cepat, namun juga mengerti apa yang ia baca, mampu menceritakannya kembali, bahkan tertancap dalam ingatan.

 

Manfaat Program

1. Peserta mampu memahami pentingnya mencari informasi baru.

2. Peserta mampu membaca cepat dan juga mengerti isi bacaan yang dibaca.

3. Peserta diperlengkapi juga dengan teknik mengingat.

4. Peserta berkomitmen untuk memiliki target membaca secara teratur, sehingga menjadi aset perusahaan yang cerdas dan maju.

 

Outline Materi

Part 1. Overview: Learning Motivation

Part 2. Speed Reading

Part 3. Highly Effective Reading: speeding & understanding.

Part 4. Mindmap to RememberDurasi : 1 hari (08.00 – 17.00 WIB)

 

Metoda Pelatihan : Ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, games, multimedia (clip dan lagu).

Impactful Business Presentation

Melakukan presentasi, baik di depan klien atau prospek mitra usaha, 

di antara rekan kerja, maupun di forum direksi merupakan tuntutan yang tak terhindarkan dalam dunia bisnis. Sejumlah proses selalu menantang para pihak yang terlibat untuk mampu mempresentasikan gagasan secara komunikatif dan profesional. Dan untuk itu, kemampuan presentasi seseorang, perlu ditingkatkan secara terus menerus, guna mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sesuai perannya di perusahaan/organisasi. Persiapan dan pelatihan yang memadai akan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, mencegah kegagalan yang tidak perlu, mengurangi risiko kerugian akibat presentasi yang tidak optimal.

 

Program pembelajaran PAKAR ApproachTM to IMPACTFUL PRESENTATION SKILL merupakan pelatihan presentasi bisnis yang unik dan otentik karena diselenggarakan dengan kombinasi unsur-unsur terbaik untuk hasil yang berdampak tinggi.

 

Manfaat Program

1. Peserta mampu meningkatkan kepercayaan dirinya dan menjadi lebih positif untuk memberikan presentasi.

2. Peserta mampu menghilangkan sejumlah hal yang ‘ditakuti’ dalam melakukan presentasi.

3. Peserta mampu menampilkan kondisi terbaik mereka sehingga mampu melakukan presentasi yang berdampak tinggi.

4. Peserta mampu mengaplikasikan cara-cara teknis presentasi (dari A sampai Z) untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

5. Peserta mampu menyusun materi presentasi yang memikat audiens untuk menyimak dan mendapatkan ide utama presentasi Anda.

 

Outline Materi

Part.1 Overview: PAKAR Approach

Part.2 Prepare! Prepare! Prepare!

Part.3 The YOU Factor

Part.4 Structure and Presentation Style

Part.5 Optimizing Presentation Tools

Part.6 Impactful Presentation

Part.7 Practice Practice PracticeDurasi: 2 hari (08.00 – 17.00 WIB)

 

Metoda Pelatihan: Ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, games, multimedia (clip dan lagu).

Writing Skill Series: Knowledge Sharing and Capturing

Banyak korporasi dan organisasi (termasuk pemerintah) menerapkan 

Knowledge Management, tetapi terbentur masalah, yakni bagaimana 

mengeksplisitkan knowledge ke dalam dokumen tekstual. Banyak orang dalam korporasi dan organisasi yang teramat kaya akan pengetahuan, tetapi mereka tidak mampu menuliskannya dalam teks yang mudah dipahami. Akibatnya, mereka yang membutuhkan tidak bisa mengakses pengetahuan itu. Bahkan lebih parah lagi, ada banyak yang tidak tahu bahwa dalam korporasi atau organisasinya ada orang yang kaya akan pengetahuan yang mereka butuhkan.

 

Sesungguhnya banyak korporasi dan organisasi yang sudah sadar bahwa knowledge yang ada dalam korporasi dan organisasi perlu didokumentasikan dan ditata sedemikian rupa agar mudah diakses dan digunakan oleh siapa pun. Dokumentasi pengetahuan itu juga penting agar knowledge seseorang bisa dipertahankan di dalam korporasi atau organisasi ketika yang bersangkutan mengundurkan diri atau pensiun. Itu yang membuat banyak korporasi membangun sistem knowledge management yang canggih.

 

Persoalan baru muncul ketika para aktor dalam korporasi atau 

organisasi diminta untuk menuliskan knowledge mereka. Bagi yang tidak tahu caranya, menulis pada umumnya dan menuliskan knowledge khususnya, sungguh tidak mudah.

 

Workshop Knowledge Sharing and Capturing dimaksudkan untuk mengatasi masalah ini. 

 

Dalam workshop ini kami akan menuntun peserta setahap demi 

setahap untuk mempu menulis dengan baik.

 

Hal yang akan dielaborasi dalam workshop ini antara lain:

– Membongkar hambatan mental dalam menulis.

– Membongkar hambatan teknis dalam menulis.

– Menulis kalimat dan paragraf populer.

– Menulis narasi.

– Menulis deskripsi.

– Memerinci dan mengorganisasi gagasan.

– Artikel, unit terkecil sebuah knowledge.

– Buku, knowledge writing yang komprehensif.

– Knowledge downloading.Alur Kegiatan Pelatihan

 

Demi tercapainya tujuan tersebut di atas serta demi efektifitas 

pelaksanaan, maka kami menyusun program pelatihan sepanjang delapan sesi dengan alur sebagai berikut:

– Sesi Pertama: Menata Mindset Menulis

– Sesi Kedua: Membangun Kebiasaan Menulis

– Sesi Ketiga: Jenis-Jenis Tulisan

– Sesi Keempat: Teknik Menulis Kalimat dan Paragraf Efektif

– Sesi Kelima: Menulis Berbasis Wawancara

– Sesi Keenam: Mempersiapkan Tulisan

– Sesi Ketujuh dan Kedelapan: Mari Menulis

 

*) karena adanya kegiatan latihan menulis di kelas, peserta DIWAJIBKAN untuk membawa laptop masing-masing

 

Durasi: 2 hari (08.00 – 17.00 WIB)

Metoda Pelatihan: Ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, games, multimedia (clip dan lagu).

KPI Based Performance Management System

Para manajer banyak bicara tentang kinerja karyawan. Banyak tekanan 

yang terus menerus untuk mencapai target kinerja, meraih tingkat kinerja yang lebih tinggi, dan memastikan pekerjaan karyawan mendukung tujuan-tujuan organisasi.

 

Manajemen kinerja (performance management) merupakan proses yang digunakan untuk mengelola kinerja. Pertanyaan kuncinya adalah,”Seberapa baik karyawan mengaplikasikan kemampuan-kemampuannya, dan seberapa luas hasil-hasil yang diinginkan?

 

Jawaban umum dan tradisional dapat ditemukan pada proses evaluasi 

kinerja, dimana para manajer berusaha keras menemukan data dan informasi seberapa baik karyawan telah mengerjakan tugas-tugasnya.

 

Yang sering hilang dari proses evaluasi ini adalah bagaimana 

memastikan karyawan telah melakukan hal yang benar. Bagaimanapun juga, walau anda memiliki anggota tim yang bekerja sangat keras dan berdedikasi, tetapi dia tidak bekerja pada hal-hal yang mendorong pencapaian tujuan-tujuan organisasi, apa gunanya?

 

Di sinilah indikator-indikator kinerja kunci berperan, dan sistem 

dapat diaplikasikan pada tujuan-tujuan organisasi maupun individu. Di tingkat organisasi, KPI (Key Performance Indicators) merupakan 

ukuran-ukuran kuantitas yang menjelaskan seberapa baik organisasi 

mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkannya. Sama halnya ketika 

tujuan-tujuan kerja karyawan bisa ditemukan pada KPI organisasi, maka hal ini memastikan bahwa apa yang karyawan kerjakan menyatu dengan tujuan-tujuan organisasi. Inilah hubungan penting antara kinerja karyawan dan keberhasilan organisasi.

 

Melalui pelatihan 2 (dua) hari ini akan dijelaskan bagaimana 

merancangkan manajemen kinerja yang menyelaraskan antara tujuan-tujuan organisasi dengan tujuan-tujuan kerja karyawan dan apa yang seharusnya dilakukan karyawan – berikut ukuran-ukuran keberhasilannya.

Pelatihan ini juga akan mengekplorasi pengukuran kinerja menjadi Key Result Indicator (KRI), indikator hasil (Result Indicator/RI), indikator 

kinerja (Performance Indicator/PI) dan Key performance Indicator (KPI) 

serta bagaimana menggunakan KPI untuk mengatasi disfungsional kerja karyawan dan tim.

 

Manfaat apa yang diperoleh peserta?

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan akan :

1. Memahami konsep manajemen kinerja dan KPI dalam upaya mendukung 

strategi-strategi perusahaan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi.

2. Memahami bagaimana menurunkan gambaran besar seperti visi, misi dan 

values organisasi ke gambaran terkecil atau ke dalam unit pengukuran 

paling kecil.

3. Memahami setiap proses dan langkah-langkah dalam perencanaan, 

implementasi hingga pasca pelaksanaan manajemen kinerja berbasis KPI.

4. Memahami bagaimana mengeksplorasi pengukuran kinerja hingga critical success factor dari tim atau unit kerjanya.

5. Memahami bagaimana menggunakan hasil-hasil dari manajemen kinerja berbasis KPI pada prakek-praktek strategis pengelolaan SDM.

6. Memahami bagaimana proses pemikiran seorang pengambil keputusan yang 

efektif dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

7. Memperoleh dan memahami “how to” yang aplikatif saat anda harus mengambil keputusan yang mudah maupun kompleks.Apa yang akan dipelajari oleh para peserta?

 

Materi Pelatihan KPI based Performance Management System:

1. Konsep performance management system dalam organisasi dan KPI-based performance management system.

2. Hubungan antara visi, misi, dan values perusahaan dengan KPI-based performance management system.

3. Persiapan pelaksanaan KPI-based performance management system.

4. Mengidentifikasi KPI secara tepat.

5. Merumuskan definisi KPI.

6. Mengawasi pelaksanaan KPI.

 

Metodologi Pelatihan : Kami menggunakan metode pelatihan yang mengedepankan interactive training delivery, grup discussion & exercise, case studies dan role play.

Durasi : 2 hari (08.00 – 17.00 WIB)

Leadership : Communication and Motivation

Salah satu tuntutan kepada seorang pemimpin adalah mereka harus mampu berkomunikasi dengan efektif. Mengapa penting? Karena tanpa komunikasi yang efektif, maka akan sering terjadi kesalahpahaman. Alhasil muncul masalah-masalah seperti ketidaknyamanan dalam bekerja, hubungan kerja memburuk, salah persepsi, penuh rasa curiga, tidak percaya diri, gugup, iri hati, dan lain-lain.

 

Selain mengatasi kesalahpahaman, pemimpin juga harus menguasai 

berbagai teknik untuk mampu menciptakan suasana kerja yang nyaman bagi tim mereka. Keterampilan mereka harus terus diasah supaya mampu menggerakan tim mereka ke tujuan perusahaan. Peran memberikan arahan, motivasi, menginformasikan kebijakan-kebijakan, termasuk ‘menghibur’ diperlukan untuk dinamika tim. Diharapkan mereka mampu menggandeng tim mereka untuk berprestasi lebih baik, menjaga kesatuan dan kekompakan 

tim, dan memastikan gairah dan semangat bekerja terjaga. 

 

Program Leadership : Communication and Motivation ini secara khusus dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut.

 

Outline Materi

Part.1 Getting started with people

Part.2 Proactivity is a must

Part.3 Building trust and commitment 1

Part.4 Building trust and commitment 2

Part.5 Effective communication

Part.6 Effective Problem Solving Meeting

Part.7 Thinking on your feet

Part.8 Motivating Your Team

Wrap Up Session

 

Durasi : 2 hari (08.00 – 17.00 WIB)

Metoda Pelatihan : Ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, games, multimedia (clip dan lagu).

Stress Management Skills : Facing My Stress

Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi, maupun 

mental. Ketegangan ini dapat mempengaruhi kinerja seseorang. Stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental.

 

Robbins (2001), menyatakan bahwa stress adalah kondisi tertekannya 

jiwa seseorang karena adanya hambatan dalam pencapaian sesuatu hal. Dalam organisasi, hal tersebut adalah pencapaian target, deadline, kerja administrasi yang bertumpuk, rekan kerja atau atasan yang mengganggu, dan lain-lain. Kondisi itu tentunya tak terhindarkan.

 

Lebih lanjut Handoko (1997), menyatakan bahwa stress adalah kondisi 

ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi 

seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya. Maka, stress berbicara tentang respon psikis.

 

Woolfolk dan Richardson (1979), menyatakan juga bahwa stress adalah 

suatu persepsi dari ancaman atau bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan, atau mengaktifkan suatu organisme. 

 

Karena stress adalah “persepsi”, maka stress dapat ditaklukkan dengan 

pengaturan persepsi.Stress menurut Hans Selye 1976 adalah merupakan respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya.

 

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa stress melanda komponen kesadaran diri, reaksi psikis, permasalahan persepsi, serta masalah fisik. Karena itu dalam pelatihan ini penyelesaian stress mencakup keempat hal tersebut, yang terbagi dalam 4 part pembahasan. Intinya, stress dapat terjadi pada siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Tantangannya adalah bagaimana cara mengelolanya.

 

Manfaat Program

1. Peserta memahami konsep tentang stress, dan menyadari bahwa stress dapat terjadi pada siapapun, dimanapun, dan kapanpun.

2. Peserta membangun self awareness tentang kondisi apa yang biasa menyebabkan tekanan dalam diri.

3. Peserta mampu memahami konsep katarsis (penyaluran stress) melalui berbagai defense mechanism (14 defense mechanism).

4. Peserta mampu mengapresiasi diri sendiri, menggunakan humor dalam menghadapi stress, dan menjadi proaktif.

5. Peserta mampu memanfaatkan 3 kunci terapi pikiran: P (Pakai 

keberhasilan masa lalu), A (Amati orang lain yang mampu), dan S (Simak nasihat bijak).

6. Peserta mampu memahami cara kerja otak dalam menanggapi stimulus (amygdala hijack).

7. Peserta mampu melakukan relaksasi fisik melalui kecenderungan VAK nya (Visuali: visualisasi sukses; Auditori: mendengar musik; Kinestetik: senam atau pijat).

8. Peserta mampu berkontribusi terhadap perusahaan dengan menjadi pribadi yang mahir dalam mengelola stres.

 

Outline Materi

Part.1 Understanding stress

Part.2 Defense Mechanism

Part.3 Mindset therapy

Part.4 Slow down

 

Durasi : 1 hari (08.00 – 17.00 WIB)

Metoda Pelatihan : Ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, games, multimedia (clip dan lagu).

Leadership Creator System

Departemen SDM sudah berevolusi dari sekedar mengurus gaji, rekrut, maupun benefit, menjadi bagian dari perencanaan bisnis dalam perusahaan. Departemen ini perlu mampu melakukan talent management, bahkan menciptakan sebuah sistem yang mampu memproduksi leader secara otomatis.

 

Salah satu tugas dari Departemen SDM adalah membuat jenjang karir 

dari seorang karyawan. Namun seringkali untuk melakukan review pada seorang karyawan membutuhkan waktu panjang dan lembar-lembar form yang banyak.Dengan memanfaatkan cara berpikir mindmap dari Tony Buzan, pelatihan ini akan mengajarkan pada peserta, cara untuk membuat proses perancangan karir menjadi lebih mudah dengan melibatkan karyawan sendiri. Tools yang akan diberikan adalah pathmap.

 

Agar dapat melakukan fungsi menata karir tersebut dengan baik, 

peserta juga perlu dibekali dengan cara interview yang berbasis 

kompetensi. Dalam pelatihan ini, peserta akan diberi teknik dan juga 

melakukan roleplay.

 

Manfaat Program

– Peserta mampu memahami bahwa setiap karyawan perlu memiliki jenjang karir yang direncanakan.

– Peserta mampu menggunakan tools pathmap dalam mengembangkan karyawan.

– Peserta mampu melakukan interview yang berbasis kompetensi (Competency Based Interview).

– Peserta berkomitmen untuk melakukan perancangan karir pada bawahan sehingga berkontribusi pada proses talent mapping di perusahaan.

 

Outline Materi

 

Part 1. Leader’s Highest Calling

1) Peserta memahami perkembangan teori leadership.

2) Peserta menyadari bahwa panggilan tertinggi seorang pemimpin adalah menghasilkan pemimpin baru.

 

Part 2. Talent Management

1) Peserta mampu memahami konsep Talent Management.

2) Peserta mampu memahami penggolongan Talent berdasar pendapat beberapa ahli.

 

Part 3. Leadership Creator System

1) Peserta mampu menghubungkan konsep Talent Management dan Leadership Creator System.

2) Peserta mampu memahami konsep Leadership from the middle.

3) Peserta mampu belajar dari Leadership Creator System best practises yang sudah berjalan.

4) Peserta mampu melihat sekilas tentang Corporate University

 

Part 4. Career Map, Employee Engagement, & Productivity

1) Peserta memahami hubungan antara adanya jenjang karir, kepuasan karyawan, dan produktivitas.

2) Peserta mampu mendefinisikan hal yang menyebabkan kepuasan kerja.

 

Part 5. Mindmap – Basic Concept & Application @work

1) Peserta memahami konsep dasar mindmap dan memahami pentingnya.

2) Peserta mampu mengaplikasikan cara berpikir mindmap dalam dunia kerja.

 

Part 6. Pathmap – Component

1) Peserta memahami 5 komponen yang harus digali dari karyawan dalam rangka pengembangan karir.

2) Peserta mampu melakukan roleplay dan mengisi 5 komponen untuk bawahan.

 

Part 7. Roleplay – Self Pathmap & Team

1) Peserta mencoba membuat rancangan karir untuk diri sendiri.

2) Peserta membuat rancangan karir untuk bawahan.

 

Part 8. Presentation dan Wrap up

1) Peserta melakukan presentasi team pathmap.

2) Peserta mendapat feedback.

3) Peserta berkomitmen untuk ambil bagian dalam Leadership Creator System.

 

Metoda Pelatihan: Ceramah interaktif, roleplay, diskusi kelompok, games, multimedia

Durasi Pelatihan: 2 hari (08.00 – 17.00 WIB)

Leadership Training for Supervisor and Manager

Peran dan tanggungjawab first line manager (senior staf, foreman, 

supervisor, superintendent, jr manager, manager) sangat beragam. Mereka dituntut untuk mampu membuat perencanaan, melakukan koordinasi dan kontrol, mendelegasikan pekerjaan, memotivasi serta menjadi pemimpin yang efektif bagi anggota timnya.

 

Sayangnya, dalam kenyataan sehari-hari banyak dari mereka yang tidak mengetahui peran dan tanggungjawabnya. Akibatnya mereka terjebak dalam pekerjaan rutin, tenggelam dalam urusan administratif dan operasional, tidak memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, serta belum terlatih untuk menjadi pemimpin tim yang terampil. Sehingga tidak heran bila kinerja tim yang mereka pimpin sering kali tidak maksimal.Pelatihan ini akan memandu peserta untuk bertumbuh menjadi seorang first line manager yang handal. Dengan pembahasan yang konseptual sekaligus aplikatif, diperkaya dengan tips-tips praktis yang mudah diterapkan, peserta akan lebih mampu mempersembahkan hasil yang jauh lebih baik kepada perusahaan.

 

Sasaran Pelatihan

 

Dalam pelatihan selama tiga hari ini, para first line manager akan menguasai metode ampuh dalam:

1. Memiliki perspektif yang benar tentang tugas dan perannya sebagai pemimpin

2. Menjadikan diri sebagai pribadi yang dapat diteladani dalam sikap dan perilaku

3. Meningkatkan proaktivitas: sikap positif, bertanggung jawab dan berinisiatif untuk maju

4. Mampu mengatur prioritas dan mengelola waktu sebagai seorang pemimpin

5. Meningkatkan kemampuan manajerial : planning, organizing, actuating and controlling

6. Membangun ketrampilan kepemimpinan : berkomunikasi efektif dan memotivasi tim

7. Mampu memberdayakan anak buah dan membangun kerjasama tim

8. Optimis menyongsong tugas-tugas yang menantang di waktu mendatang

 

Outline Materi

 

Part.1 Introduction : Learn before Learn

Part.2 Thinking for Result : Outcome Setting

Part.3 Start from Proactivity: Using 4 Human Endowments

Part.4 Execution : Personal Leadership in Time Management

Part.5 Planning for Success : The 8 Super Steps.

Part.6 Organizing for Better Results : TUAS-TUNTAS

Part.7 Actuating : Coaching and Counseling.

Part.8 Controlling : Pengawasan dan Pengendalian

Part.9 Effective Communication : Verbal-Visual-Vocal

Part.10 Empowering to Unlock Team Potential

Part.11 Motivating Your Team

Part.12 Improving Performance : Application Plan

 

Metoda Pelatihan: Games; latihan; studi kasus; cerita-cerita inspiratif, dan multimedia (film dan lagu)

Durasi : 3 hari (08.00 – 17.00 WIB)

Mastering Trainer Toolbox

Workshop Mastering Trainer’s Tools: WOW merupakan workshop dirancang khusus oleh Trainer School untuk memastikan peserta mendapatkan sejumlah bekal/tools yang bisa digunakan secara praktis sehingga suasana training menjadi lebih semarak, tidak membosankan, dan menarik perhatian audiens .

 

WOW-tools adalah pemberi “Efek WOW!”

– WOW! menunjuk pada tingkat kepuasan yang tinggi dari peserta, sehingga mereka tidak bisa tidak bercerita mengenai pengalamannya mengikuti pelatihan.

– WOW! adalah ekspresi pengalaman yang menyenangkan (delighted), yang melampaui kepuasan (satisfaction).

– WOW! adalah seperti pengalaman nonton film bagus yang tidak bisa tidak Anda rekomendasikan kepada kawan dan keluarga.

– WOW! Adalah seperti orang yang baru insyaf alias tobat menceritakan pengalaman spiritualnya kepada orang lain.

 

Objectives

1. Membangun kesadaran peserta mengenai berbagai “alat” yang bisa digunakan dalam pelatihan.

2. Melatih peserta untuk menggunakan “alat-alat” tersebut dengan lebih baik.

3. Mendorong peserta untuk menggunakan alat-alat tersebut secara bijak dalam pekerjaannya sebagai trainer.

 

Materi Pelatihan

PArt.1 : Trainer’s WOW Formula

Part.2–8 : Exploring 50-Trainer’s WOW Tools

 

Durasi: 1-2 hari (08.00 – 17.00 WIB)

Metoda Pelatihan: Ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, games, multimedia (clip dan lagu).

Membangun Mentalitas SIKAP Kerja Profesional

Bagaimana seorang karyawan dapat membuat dirinya pantas diandalkan dalam berbagai situasi kerja yang menantang? Bagaimana menjadi karyawan yang bisa memegang prinsip, yang tidak diombang-ambingkan oleh situasi dan kondisi yang berubah-ubah. Bagaimana membentuk karyawan untuk lebih dewasa, yang mampu memotivasi diri sendiri tanpa harus sering dimotivasi? 

Bagaimana mendorong seorang karyawan untuk selalu berpikir 

positif dan kreatif dalam melakukan pekerjaannya?

 

Pelatihan Membangun Mentalitas SIKAP Kerja Profesional ini dirancang secara khusus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Dengan komitmen total untuk memberikan suntikan antusiasme, pelatihan ini akan mengubah sikap karyawan menjadi penuh gairah, gembira, dan tumbuhnya kebersamaan sebagai satu tim. 

 

Pelatihan ini diselenggarakan dengan kombinasi unsur-unsur terbaik dari metode Dale Carnegie (practical], Stephen R. Covey (konseptual), NLP dan Hypnotherapy (terapeutik). Semua itu diramu oleh, dan diperkaya dengan pengalaman Andrias Harefa sebagai pelatih trainer, sekaligus penulis 40 buku best-seller, yang telah berkiprah selama lebih dari 22 tahun melayani perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia (ref. www.andriasharefa.com).

 

Materi Pelatihan

Part.1 Sikap Positif : Sikap positif adalah kebiasaan yang perlu ditumbuhkembangkan dalam diri karyawan. Bagaimana caranya?

Part.2 Inisiatif : Karyawan yang dapat diandalkan adalah karyawan 

yang berintegritas dan selalu datang dengan inisiatif atau usul 

berbobot. Langkah praktis apa saja untuk mewujudkannya?

Part.3 Kompetensi : Karyawan selalu dituntut untuk mampu meningkatkan kompetensi mereka? Mengapa hal ini penting baik untuk diri karyawan maupun perusahaan?

Part.4 Ambil Tanggungjawab : Karyawan yang mau mengambil 

tanggungjawab bisa dipastikan mampu memberikan kontribusi maksimal kepada perusahaan. Bagaimana mendorong karyawan untuk itu?

Part.5 Problem Solver: Karyawan yang memiliki mental problem solver adalah aset berharga. Temukan tips dan trik untuk mendapatkan karyawan demikian.

 

Durasi: 1 hari (09.00 – 16.00 WIB)

Metoda Pelatihan: Ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, games, multimedia (clip dan lagu).

Membangun Tim Juara

Perbedaan seringkali menjadi masalah dalam tim. Setiap orang suka 

dengan kesamaan. Namun ternyata dalam perbedaanlah terdapat kekuatan. Kenyataannya, salah satu sumber konflik yang sering terjadi adalah adanya komunikasi yang buruk dan perbedaan individu yang tidak dipahami. Setiap orang merasa bahwa dirinya yang paling benar dan caranya bertindak yang paling tepat.

 

Pelatihan dua hari ini dikemas dengan gaya yang fun, dan ditujukan 

untuk membuka paradigma bahwa setiap orang dilahirkan berbeda dan memiliki kecenderungan masing-masing. Melalui beberapa tools, games, dan alat assesment kepribadian, setiap peserta akan dapat mengukur kepribadian diri sendiri dan orang lain. Pada akhirnya, dengan mengetahui maka dapat memahami dan beradaptasi. Itulah kunci untuk membentuk tim juara yang berpegang pada kekuatan perbedaan.

 

Tools yang akan diberikan adalah merupakan tools yang sudah diakui 

secara luas di dunia bisnis dan psikologi. Sifatnya mudah digunakan, 

mudah diajarkan, akurat, dan dapat dipergunakan untuk berbagai aplikasi.

 

Manfaat Program

– Peserta mampu memahami bahwa setiap karyawan memiliki kecenderungan yang berbeda.

– Peserta mampu menggunakan berbagai tools seperti DISC dan MBTI dalam berkomunikasi dalam tim.

– Peserta berkomitmen untuk mengembangkan diri melalui pemahaman terhadap perbedaan dalam tim.

– Peserta mampu menyusun tim dengan baik berdasar kekuatan dari 

masing-masing orang yang terlihat dari hasil assessment melalui berbagai tools yang ada.

 

Outline Materi

 

Part 1.Overview and Philosophy

– Peserta mampu memahami tentang betapa wajarnya perbedaan dan betapa pentingnya manajemen perbedaan.

– Peserta mampu mengidentifikasi perbedaan-perbedaan yang berpotensi menghambat produktivitas.

 

Part 2. Mengelola perbedaan dan konflik dalam tim

– Peserta memahami tipe konflik dan penanganannya.

– Peserta mampu menempatkan kepentingan tim atau organisasi di atas kepentingan pribadi.

 

Part 3. Memahami tipe kepribadian orang

– Peserta belajar memahami sekilas karakter orang

– Peserta mampu mengidentifikasi kebutuhan setiap tipe kepribadian.

– Peserta berlatih untuk mengidentifikasi tipe kepribadian orang lain.

 

Part 4. Understanding Value Differences

– Melalui metode permainan, peserta dibuat menyadari adanya perbedaan value dalam setiap orang dan pengaruhnya terhadap pembuatan keputusan.

– Peserta belajar untuk menyelesaikan konflik walaupun adanya perbedaan value.

 

Part 5. Teamwork Mapping

– Peserta mampu memahami kelebihan dan kelemahan dirinya dalam hubungannya dengan teamwork.

– Peserta berkomitmen untuk saling memahami satu sama lain.

 

Durasi: 1 hari (08.00 – 17.00 WIB)

Metoda Pelatihan: Ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, games, multimedia (clip dan lagu).

Performance Management for Developing People

Performance Management atau manajemen kinerja adalah tugas setiap orang yang memiliki bawahan. Dulu tugas ini dianggap hanya monopoli dari HRD, namun jaman berkembang. Seluruh lini pemimpin dituntut untuk mampu melakukan manajemen kinerja bawahannya.

 

Pelatihan ini memperkenalkan teori kepemimpinan termutakhir serta 

paradigma yang perlu dimiliki pemimpin di jaman ini agar mampu 

mengembangkan bawahan. Melalui iCARE model, para pemimpin akan memiliki mentalitas yang benar dalam menghadapi bawahan. Dilengkapi dengan aplikasi dan roleplay yang akan membuat pemimpin mampu mempraktikkan materi dalam dunia nyata.

 

Di dalamnya diberikan tools yang perlu dimiliki pemimpin dalam 

berinteraksi dengan bawahan. Tools pertama adalah Performance cause analysis, untuk menganalisis permasalahan teknis bawahan secara sistematis dan obyektif. Tools kedua adalah alat ukur kepribadian yang membuat atasan mampu memahami dan melakukan konseling dalam rangka membimbing bawahan.

 

Manfaat Program

– Peserta mampu memiliki mentalitas yang benar dalam menghadapi bawahan yang disingkat iCARE model.

– Peserta mampu memiliki mentalitas mengembangkan kepribadian bawahan 

melalui mentalitas konselor serta teknik konseling yang benar.

– Peserta mampu menganalisis masalah yang terjadi pada bawahan dengan tools Performance cause analysis.

– Peserta mampu memahami tipe kepribadian bawahan dan menggunakannya dalam rangka konseling pengembangan bawahan.

– Peserta berkomitmen untuk menciptakan mesin penghasil pemimpin dalam level masing-masing sehingga mampu berkontribusi maksimal bagi perusahaan.

 

Outline Materi

 

Part 1. Mentalitas seorang Pengembang Manusia

– Peserta memahami iCare model.

– Peserta berkomitmen menerapkan prinsip iCare dalam membimbing bawahan.

 

Part 2. Mentalitas seorang Konselor

– Peserta memahami prinsip komunikasi atasan-bawahan serta menerapkannya dalam konteks konseling.

– Peserta berkomitmen menjadi konselor bagi bawahan.

 

Part 3. Performance Cause Analysis

– Peserta memiliki mentalitas penganalisis problem secara sistematis dan menyeluruh.

– Peserta memiliki sikap mencari solusi berdasar permasalahan yang sesungguhnya.

– Peserta melakukan roleplay.

 

Part 4. Understanding People

– Peserta memiliki skill psikologi dalam memahami orang lain melalui tools pemahaman tipe kepribadian.

– Peserta mampu mengidentifikasi problem bawahan yang berkaitan dengan tipe kepribadian, sikap, atau kebiasaan-kebiasaan buruk dari karyawan.

 

Part 5. Managing Conflict

– Peserta memiliki skill dalam melihat sebuah konflik dan mampu menyelesaikannya.

– Peserta mampu menyatukan bawahan dalam melihat suatu masalah.

 

Part 6. Implementasi

– Peserta menerapkan pembinaan teknis dalam meningkatkan produktivitas bawahan.

– Peserta menerapkan pembinaan mental untuk memperbaiki sikap atau kebiasaan kerja.

 

Metoda Pelatihan: Ceramah interaktif, roleplay, diskusi kelompok, games, multimedia

Durasi Pelatihan: 2 hari (08.00 – 17.00 WIB)

Speak Up and Be Counted

Ya. Berbicaralah! Ada banyak momen bicara yang dapat memengaruhi masa depan karier dan kehidupan Anda. Pengaruhnya besar, sebab keterampilan berbicara telah menjadi SYARAT TERPENTING untuk meraih sukses. Seperti pernah dikatakan Stephen R. Covey, “Keterampilan komunikasi adalah keterampilan terpenting dalam hidup”.

 

Sejumlah hal perlu dipelajari. 

Bagaimana MEMULAI PEMBICARAAN dengan orang baru, misalnya. Atau bagaimana MENGEMUKAKAN PENDAPAT dalam rapat. 

Lalu, bagaimana pula MENYAMPAIKAN USULAN kepada atasan, MEMPRESENTASIKAN gagasan dalam forum bisnis, MEMOTIVASI karyawan untuk bertindak, dan memberi SAMBUTAN di berbagai acara bisnis dan sosial? Semua itu memerlukan ketrampilan berbicara.

 

Pelatihan SPEAK UP and BE COUNTED ini dirancang secara untuk 

meningkatkan KEPERCAYAAN DIRI dan KETERAMPILAN TEKNIS peserta dalam BERBICARA. Workshop ini diselenggarakan dengan kombinasi unsur-unsur terbaik dari metode Dale Carnegie (practical], Stephen R. Covey (konseptual), NLP dan Hypnotherapy (terapeutik). Semua itu diramu oleh, dan diperkaya dengan pengalaman Andrias Harefa sebagai pelatih trainer, sekaligus penulis 40 buku best-seller, yang telah berkiprah selama lebih dari 22 tahun melayani perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia (ref. www.andriasharefa.com).

 

Tujuan Pelatihan

1. Meningkatkan kepercayaan diri Anda untuk berbicara di berbagai situasi.

2. Meningkatkan keterampilan teknis berbicara.

3. Meningkatkan kemampuan peserta untuk mempresentasikan ide dan gagasan secara terstruktur.

4. Menumbuhkan antusiasme kerja dan kegembiraan hidup.

5. Memampukan Anda memperbaiki hubungan dengan sejumlah orang yang penting bagi Anda.

6. Memperbarui pola pikir dan mendorong Anda menjadi orang yang diperhitungkan dalam hidup dan pekerjaan.

 

Pelatihan ini akan memampukan peserta untuk:

• Berbicara dengan gembira

• Berbicara informatif-teknis

• Berbicara persuasif

• Berbicara motivatif

• Berbicara dengan mata dan telinga

• Berbicara apresiatif

• Berbicara dengan gerakan (tanpa kata)

• Berbicara tegas dan santun

• Berbicara spontan, tanpa persiapan

• Memperkenalkan diri

• Memperkenalkan orang lain

• Berbicara dengan intonasi

• Mengasah kecerdasan berbicara

• Berbicara dengan antusias membara

• Berbicara argumentatif

• Berbicara menghibur

• Berbicara yang menghipnotis

• Berbicara dengan alat bantu

• 1001 cara memulai pembicaraan

• Mengatasi hambatan-hambatan teknis berbicara di depan umum, seperti : demam panggung, deg-degan, tidak berani menatap audiens, jantung berdebar, keringat dingin, suara parau, dan sebagainya

 

Materi Pelatihan

Part.1 – Speak Well? Of Course You Can : perkenalan dan pengantar

Part.2 – Speak More Effectively : berbicara dan mendengarkan itu satu paket

Part.3 – How Flexible Are You? : beranjaklah dari comfort zone

Part.4 – Become a Better You : pinjam atau ciptakan dalam pikiran

Part.5 – The Best Version of You : positifkan suara-suara dalam pikiran Anda

Part.6 – I CAN Speak Anything : empat pola berbicara

Part.7 – Stretching Ourselves : ekspresikan dirimu lebih tinggi

Part.8 – To Make the Best Better : lanjutkan langkahmu, raih impianmu

 

Metoda Pelatihan: workshop ini mengutamakan praktik 

langsung yang dipandu oleh instruktur, sehingga peningkatkan 

keterampilan setiap peserta terpantau baik.

Proactive Leadership Mindset

SASARAN PROGRAM

1. Meningkatkan kesadaran peserta untuk memperbaharui dan mengembangkan mindset secara terus menerus sehingga mampu bertahan dan memainkan peran dalam menghadapi perubahan bisnis.

2. Memampukan peserta untuk menguatkan fondasi kepemimpinan lewat proaktif, yang ditandai dengan sikap bertanggungjawab, positif, dan memiliki inisiatif untuk melakukan perbaikan ke depan.

3. Memampukan peserta untuk mengarahkan timnya agar selalu bekerja penuh motivasi sehingga tumbuh kesatuan mindset berpikir bisa dalam mencapai target bersama.

4. Memantapkan KOMITMEN peserta untuk selalu BERKEMBANG sehingga mampu memberikan KONTRIBUSI maksimal demi kemajuan perusahaan.

 

OUTLINE MATERI

 

Part.1 Pesan Persaingan

• Tiga cara memandang persaingan.

• Belajar : kunci utama untuk meraih hasil yang lebih baik

• Mengubah paradigma dengan unlearn dan relearn

 

Part.2 Pemimpin adalah Memimpin

• Tugas utama pemimpin

• Tiga peka seorang pemimpin : misi, arahan, komitmen

• Menggerakkan tim dengan panduan nilai-nilai perusahaan

 

Part.3 Menjadi Pemimpin Proaktif

• Membangun sikap mental positif

• Menerima tanggung jawab sesuai tugas dan aturan main

• Mengambil inisiatif untuk hasil yang lebih baik

 

Durasi: 3-4 jam

Metoda Pelatihan: Ceramah interaktif, games, multimedia (lagu dan klip)

Proactive Mindset Motivation

SASARAN PELATIHAN:

1. Meningkatkan kesadaran peserta untuk memperbaharui dan mengembangkan MINDSET (POLA PIKIR) secara berkesinambungan sehingga mampu BERTAHAN dan MEMAINKAN PERANAN dalam PERUBAHAN BISNIS masa kini dan masa depan.

2. Memampukan peserta untuk menguatkan fondasi PROFESIONALISME lewat PROAKTIVITAS, yang ditandai dengan sikap POSITIF, TANGGUNGJAWAB, dan memiliki INISIATIF untuk melakukan perbaikan ke depan.

3. Memampukan peserta untuk BERPIKIR OPTIMIS untuk menjaga GAIRAH kerja dalam mencapai TARGET yang diberikan perusahaan.

4. Memantapkan KOMITMEN peserta untuk selalu BERKEMBANG sehingga mampu memberikan KONTRIBUSI maksimal demi kemajuan perusahaan.

 

OUTLINE MATERI:

 

1. Mindset Updating : Result Thinking

• Belajar: kunci utama untuk meraih hasil yang lebih baik

• Outcome setting : pentingnya sasaran yang memotivasi.

• Mengubah paradigma dengan unlearn dan relearn

 

2. Start with Proactivity

• Membangun sikap mental positif

• Menerima tanggung jawab sesuai tugas dan aturan main

• Mengambil inisiatif untuk hasil yang lebih baik

 

3. Can Do Mentality

• Semangat berpikir optimis untuk mencapai target

• Membangkitkan semangat kompetitif yang tinggi

• Mengarahkan segenap pikiran untuk meraih hasil yang lebih baik.

 

4. Putting It All Together : Komitmen dan Action Plan

 

DURASI: 2-4 Jam

METODE PELATIHAN: Ceramah Interaktif, Role Play, Diskusi Kasus, Multimedia (lagu dan klip).

Proactive Sales Success: Upaya Melipatgandakan Penjualan

Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan secara komprehensif kepada tim salesperson agar mereka dapat meningkatkan kontribusi mereka dari waktu ke waktu dan menjadi aset perusahaan yang membanggakan.

 

Hal tersebut diyakini akan dapat tercapai dengan pertama-tama 

mengembangkan sikap positif dan pola pikir mereka agar siap untuk 

bertumbuh menjadi salesperson yang lebih profesional — membangun sikap positif dan pola pikir profesional.

 

Kedua, memberikan berbagai pengetahuan tentang manusia dan 

perilakunya serta pengetahuan lainnya yang mendorong transformasi diri salesperson termaksud — memberikan pengetahuan yang diperlukan untuk maju dan berkembang sebagai aset perusahaan.

 

Ketiga, melatih keterampilan dan membangun kompetensi salesperson untuk dapat memainkan peran dan menunaikan tugas tanggung jawabnya dengan standar-standar tertentu yang ditetapkan perusahaan — melatih keterampilan dan kompetensi profesional.

 

Pelatihan ini unik dan otentik karena diselenggarakan dengan 

kombinasi unsur-unsur terbaik dari metode Dale Carnegie (practical], 

Stephen Covey (konseptual), NLP dan Hypnotherapy 

(komunikatif-terapeutik). Semua itu diramu dan diperkaya dengan 

pengalaman Andrias Harefa sebagai pelatih trainer, sekaligus penulis 40 buku best-seller, yang telah berkiprah selama lebih dari 22 tahun 

melayani perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia (ref. 

www.andriasharefa.com)

 

Silabus Program

Part.1 Sales Success

Part.2 Dare to Dream Big

Part.3 Great Sales Person Mentality

Part.4 Understanding Product Knowledge Better

Part.5 Leads dan Prospecting

Part.6 Pre-Approach, Preparing Yourself, Making Appointments

Part.7 Building and Establishing Rapport

Part.8 Qualifying: Asking the Right Questions

Part.9 Sales Presentation: Talk to Convince

Part.10 Buying Signal, Trial Close, Handling Objections

Part.11 Closing the Sales

Part.12 Delivery Process and Follow Up

 

Metode Pelatihan

Pelatihan ini akan diselenggarakan dengan metode pembelajaran orang dewasa yang didasarkan pada pemahaman mengenai bagaimana otak orang dewasa bekerja. Tayangan video, role play, diskusi, dan praktik presentasi serta berbagai variasi interaksi antar peserta akan dominan sehingga peserta akan memperoleh hasil terbaik dan maksimal.

 

Durasi: 3 hari (08.00 – 17.00 WB)

Teknik Komunikasi dan Pelaporan HORENSO

Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang mampu dipahami oleh pendengar sesuai dengan yang dimaksud oleh pembicaranya dengan cepat, tepat, dan lengkap. Tanpa komunikasi yang efektif, maka akan sering terjadi kesalahpahaman antara rekan kerja, atasan-bawahan, penjual-pelanggan. Efeknya, turn over pegawai menjadi tinggi, timbul masalah-masalah dalam produksi, sampai raibnya pelanggan. Buruknya komunikasi juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan bekerja, gagalnya implementasi instruksi, tidak tercapainya target, low morale, dan lain-lain.

 

Horenso adalah pola komunikasi total yang efektif di perusahaan. Pola

komunikasi ini diterapkan dalam kerjasama team untuk menunjang 

efektifitas kerja dan produktifitas perusahaan. Horenso merupakan 

kependekan dari kata Houkoku yang berarti laporan, Renraku yang berarti Informasi dan Soudan yang berarti konsultasi/diskusi. Proses pelaporan yang terpetakan dapat membantu atasan untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, mengetahui apa yang harus dilakukan dalam kontak dengan departemen internal maupun eksternal sehubungan informasi yang diterima, serta dapat mengajukan proposal dan meminta arahan secara efektif dari atasan dengan memberikan gambaran yang lengkap dan alternatif pemecahan masalah sebelum menghadap pimpinan.

 

Sasaran Pelatihan

1. Membangun kepemimpinan dalam diri dengan menjadi pribadi yang berkualitas dalam berkomunikasi.

2. Memampukan peserta untuk terampil memecahkan masalah dan membangun tim.

3. Menguasai teknik komunikasi efektif, mencapai level kesadaran 

pentingnya komunikasi internal yang efektif untuk kelancaran dan proses operasional yang berkualitas di lingkungan kerja.

 

Materi Pelatihan

Part.1: Prinsip Dasar Komunikasi

Part.2: Melapor Efektif (Hokoku)

Part.3: Menyampaikan Pesan dengan Efektif (Renraku)

Part.4: Bagaimana Meminta Pendapat (Soudan)

PArt.5: Wrap Up SessionDurasi: 1 hari (08.00 – 17.00 WIB)

 

Metoda Pelatihan: Ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, games, multimedia (clip dan lagu).